Home BPJS Cara Penghitungan Iuran Bpjs Ketenagakerjaan Jht Yang Harus Di Bayar Karyawan

Cara Penghitungan Iuran Bpjs Ketenagakerjaan Jht Yang Harus Di Bayar Karyawan

3 min read
0
Cara Penghitungan Iuran Bpjs Ketenagakerjaan Jht Yang Harus Di Bayar Karyawan

Tahukah anda apa yang dimaksud dengan Bpjs Ketenagakerjaan Jht itu??

Bpjs Ketenagakerjaan jht ialah suatu program dari pemerintah yang wajib di ikuti oleh setiap perusahaan yang mempunyai karyawan lebih dari 10 orang atau minimal memberikan upah kerja sebesar Rp 1000.000,- per bulan. Setiap perusahaan atau pengusaha yang masuk dalam kategori di atas wajib mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta Bpjs ketenagakerjaan, apabila kedapatan ada pengusaha yang berani melanggar aturan tersebut maka pemerintah akan mengenakan denda hingga sanksi terberat pencabutan ijin usaha.

Advertisements

Nah, apabila anda kebetulan sedang menjadi karyawan di sebuah perusahaan tidak ada salahnya jika anda menanyakan status kepesertaan Bpjs ketenagakerjaan tersebut. Sebenarnya tanpa harus bertanya cukup melihat rincian di slip gaji kita sudah tahu status kepesertaannya seperti apa.

Dengan adanya program Bpjs ketenagakerjaan Jht ini kedua belah pihak ( perusahaan dan pekerja ) sama – sama di untung kan. Kenapa saya sebut demikian, lebih jelasnya silahkan simak uraian di bawah ini:

Keuntungan bagi pekerja sebagai berikut :

  • Saldo bisa di cairkan pada saat karyawan mencapai usia 56 tahun, mengalami cacat permanen, berhenti kerja, atau meninggal dunia.

Keuntungan bagi pemberi kerja atau perusahaan:

Advertisements
  • Perusahaan tidak prlu menanggung keseluruhan biaya atau santunan apabila karyawan mengalami kecelakaan atau kematian.

Berikut saya akan sedikit berbagi tentang bagaimana Cara Penghitungan Iuran Bpjs Ketenagakerjaan Jht Yang Harus Di Bayar Karyawan. Untuk besarnya iuran Bpjs ketenagakerjaan Jht ialah sebesar 5,7% dari upah, dimana 3,7% di tanggung oleh pemberi kerja atau perusahaan, sedangkan yang 2 % di bayar oleh karyawan di ambil dari gaji setiap bulannya.

Sebagai contoh apabila ada karyawan yang mendapatkan gaji perbulan sebesar Rp 2000.000,- maka besarnya iuran Bpjs ketenagakerjaan Jht ialah sebesar Rp 114.000,- setiap bulannya, jadi perusahaan akan menanggung iuran sebesar Rp 74.000,- sedangkan sisanya sebesar Rp 40.000,- akan di tanggung oleh karyawan.

Simpan Baik -baik kartu Bpjs ketenagakerjaan yang anda miliki jangan sampai hilang, karena nantinya pada saat pencairan saldo kartu bpjs ketenagakerjaan ini wajib di lampirkan. Meskipun pengurusan kartu hilang bisa di proses tentunya akan menyita waktu anda…

cukup sekian yang bisa saya sampaikan semoga bermanfaat..

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA…

 

Advertisements
Load More Related Articles
Load More In BPJS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *