Home BPJS Berikut Tarif Iuran Bpjs Ketenagakerjaan Yang Di Bayar Karyawan

Berikut Tarif Iuran Bpjs Ketenagakerjaan Yang Di Bayar Karyawan

3 min read
0
Berikut Tarif Iuran Bpjs Ketenagakerjaan Yang Di Bayar Karyawan

Apabila anda seorang pekerja di sebuah perusahaan tentunya tidak asing lagi dengan yang namanya Bpjs ketenagakerjaan atau dulu di kenal dengan sebutan Jamsostek. Menurut Peraturan Pemerintah No. 84 tahun 2013 tentang perubahan peraturan penyelenggara Jamsostek, untuk setiap perusahaan yang mempekerjakan minimal 10 orang atau membayar upah minimal satu juta per bulan maka wajib mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta Bpjs ketenagakerjaan.

Banyak keuntungan apabila menjadi peserta Bpjs ketenagakerjaan, karena Program ini merupakan investasi perusahaan dalam bentuk perlindungan karyawan terhadap  berbagai kemungkinan buruk. Selain itu program ini juga menguntungkan bagi perusahaan karena tidak perlu menanggung seluruh Beban biaya atau santunan jika karyawan terjadi kecelakaan di lingkungan kerja.

Advertisements

Saldo Bpjs ketenagakerjaan bisa di cairkan oleh karyawan apabila sudah resign dari perusahaan atau terkena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Oleh pihak BPjs ketenagakerjaan saldo akan bisa di cairkan dengan satu catatan status kepesertaanya sudah di non aktifkan.

Berikut Tarif Iuran Bpjs Ketenagakerjaan Yang Di Bayar Karyawan.

Apabila kita cermati slip upah yang anda terima, di situ akan tertera rincian berapa besarnya tarif iuran Bpjs ketenagakerjaan yang di bayar oleh karyawan dan perusahaan setiap bulannya. untuk lebih jelasnya lagi silahkan simak penjelasan di bawah ini:

Advertisements

Besarnya Iuran Bpjs ketenagakerjaan yang di tetapkan ialah 5,7 % dari upah. Dimana 3,7% di tanggung oleh Perusahaan, sedangkan sisanya 2 % akan di tanggung oleh karyawan pembayaran iuran ini langsung di bayar melalui pemotongan gaji setiap bulannya.

Misalnya, ada seorang karyawan mendapatkan gaji sebesar Rp 2000.000,- per bulan, maka iuran BPjs ketenagakerjaan yang wajib di bayar sebesar Rp 114.000,- untuk setiap bulannya. Dimana Perusahaan akan menanggung sebesar Rp 74.000,- sedangkan karyawan akan menanggung Rp 40.000,-

Syarat untuk mencairkan saldo Bpjs ketenagakerjaan:

  1. Kartu Bpjs ketenagakerjaan.
  2. KTP.
  3. Kartu Keluarga.
  4. Paklaring ( surat pengalaman kerja).
  5. Akte Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK )  jika terkena dampak PHK.
  6. Buku tabungan yang di gunakan untuk pencairan saldo Bpjs ketenagakerjaan.

Note : Ada baiknya anda foto copy semua dokumen di atas minimal 1 lembar.

Berikut yang bisa sampaikan semoga bermanfaat bagi saudara.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA…

 

Advertisements
Load More Related Articles
Load More In BPJS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *